Komponen Otomotif Beri Peluang Lebar Bagi Industri Aluminium

Merdeka.com – Kapanlagi.com – Pemenuhan kebutuhan produk komponen otomotif dalam negeri bisa menjadi peluang pasar yang baik bagi industri cor aluminium nasional.

“Industri cor aluminium nasional sudah mampu memproduksi sebagian komponen otomotif yang berbahan baku aluminium, misalnya velg racing mobil, blog, tromol dan kualitasnya mampu bersaing dengan produk serupa dari luar negeri,” kata Ketua Asosiasi Pengecor Aluminium Yogyakarta (Aspeyo) Bambang Cahyono di Yogyakarta, Rabu (18/2).

Ia mengatakan, setelah pemerintah mengeluarkan peraturan tentang impor komponen otomotif, industri cor aluminium nasional memiliki peluang bagus untuk memenuhi kebutuhan komponen otomotif tersebut.

Menurut dia, dengan peraturan tersebut diharapkan kebutuhan komponen otomotif dalam negeri dipenuhi dari produk nasional.

“Sentra industri cor aluminium di Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY dan Bali sudah mampu memproduksi komponen otomotif tersebut. Mereka sudah memiliki teknologinya dan sumber daya manusia (SDM) meskipun terbanyak usaha kecil dan menengah,” katanya.

Ia mengatakan, sebenarnya saat ini peluang pasar produk komponen otomotif nasional masih terbuka lebar, apalagi sudah ada peraturan larangan impor komponen otomotif dengan tujuan menghidupkan industri komponen mobil dalam negeri.

Kebutuhan nasional komponen mobil khususnya velg mobil sampai kini sekitar 50.000 unit per bulan dan kebutuhan itu belum bisa terpenuhi seluruhnya oleh industri cor aluminium nasional.

“Produksi velg racing mobil industri pengecoran aluminium di sejumlah sentra cor logam aluminium diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.

Ia menyatakan optimistis industri cor aluminium mampu memenuhi permintaan kebutuhan komponen otomotif nasional tersebut. Apalagi teknologinya sudah ada, ketersediaan bahan baku cukup, dan pasar sudah jelas. Meskipun demikian, untuk kelangsungan produksi memang perlu bimbingan dan bantuan dari pemerintah baik pusat maupun daerah.

“Kami perlu regulasi yang jelas dan pembinaan, baik mengenai pengembangan produk, pasar maupun ketersediaan bahan baku,” katanya.

Mengenai produk kerajinan alat rumah tangga berbahan baku aluminium, ia mengatakan sampai kini pasar nasional produk kerajinan tersebut masih cukup prospektif karena permintaan tidak pernah menurun, meskipun tingkat persaingan juga cukup ketat.

“Perajin alat rumah tangga berbahan baku aluminium memang perlu meningkatkan kualitas produknya agar tidak tergulung oleh persaingan pasar,” katanya.(kpl/meg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *