Mengenal Proses Die Casting Aluminium dari Cetakan hingga Finishing

Apakah Anda pernah memperhatikan casing motor, komponen mesin, maupun bodi alat elektronik yang memiliki bentuk halus, presisi, dan masal? Jika iya, maka kemungkinan besar, benda ini lahir dari proses die casting aluminium.

Proses ini memang terkesan sangat “industri”. Namun, jika ditelusuri perlahan, maka step-by-step-nya sangat bisa dipahami dengan baik. Nah, melalui artikel ini, kami akan membahas secara lengkap tidak hanya alur metodenya saja, melainkan juga perbandingan dengan metode lain, hingga potensi cacat produk yang mungkin terjadi.

Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Alasan Mengapa Die Casting Aluminium Perlu Dilakukan?

Die casting aluminium, Sumber: tfgusa.com
Die casting aluminium, Sumber: tfgusa.com

Aluminium memang menjadi salah satu logam yang memiliki harga murah dan terjangkau. Namun, alasan mengapa industri menyukai aluminium bukan hanya karena alasan tersebut. Melainkan memiliki karakteristik unggul seperti mudah dibentuk, tahan terhadap korosi, ringan tetapi cukup kuat, hingga sangat sesuai untuk proses produksi massal.

Namun, sayangnya, aluminium ini tergolong logam yang cepat membeku. Jika menerapkan metode yang salah, hasilnya justru mudah melenceng, keropos, hingga kekuatannya tidak konsisten. Maka dari itu, solusi tercepat dan terbaik adalah dengan proses die casting.

Die casting bukan hanya proses penuangan logam saja, tetapi, lebih detailnya adalah proses menyuntikkan aluminium cair ke cetakan baja. Setelah itu produk akan diberi tekanan yang ekstrem, sehingga bentuk akan terkunci dengan cepat sebelum cairan berubah menjadi padat.

Step by Step Proses Die Casting Aluminium

Langkah dan proses die casting, Sumber: qualityinspection.org
Langkah dan proses die casting, Sumber: qualityinspection.org

Tentunya Anda penasaran bagaimana proses die casting aluminium berjalan sampai menghasilkan produk yang sangat presisi dan halus. Nah, di bawah ini akan kami ceritakan bagaimana step by step nya secara jelas!

1. Pembuatan dan Persiapan Cetakan (Die)

Proses awal yang dilakukan bukan dimulai dari mempersiapkan aluminium. Melainkan dengan membuat cetakan baja (die). Cetakan ini adalah benda yang paling penting dan krusial dalam proses pencetakan aluminium.

Cetakan dibuat menggunakan baja khusus yang dirancang dengan presisi. Semua aspek diperhatikan mulai dari lubang udara atau vent, jalur aliran aluminium, ketebalan dinding, sampai saluran pendingin.

Jika desain cetakan salah, maka kualitas produk tidak bisa berhasil hingga tahap akhir. Dengan finishing secanggih apapun, tidak akan dapat menutup cacat struktural dari pembuatan die yang salah.

2. Peleburan Aluminium

Setelah die dibuat, maka proses yang selanjutnya adalah melelehkan aluminium batangan di suhu kurang lebih 660 derajat Celcius. Nah, pada tahap ini penting sekali untuk mengontrol suhu. Sebab, suhu yang kurang panas akan membuat aliran aluminium cair jadi tidak sempurna. Sebaliknya, suhu yang terlampau panas akan membuat oksidasi berlebihan.

Selain dari sisi suhu, komposisi dari paduan aluminium juga harus diperhatikan dengan baik. Kandungan silikon dan magnesium pada aluminium yang berbeda akan mempengaruhi kekuatan, fluiditas, hingga risiko retak.

3. Injeksi Aluminium

Tibalah kita pada momen yang paling menentukan keberhasilan proses die casting. Proses ini adalah injeksi aluminium. Dimana aluminium cair akan disuntikkan pada cetakan dengan menggunakan tekanan yang sangat tinggi. Bahkan, bisa mencapai ribuan psi per milidetik. Tujuannya supaya seluruh rongga cetakan bisa terisi sebelum logam benar-benar membeku.

4. Pendinginan dan Pembekuan

Jika proses injeksi berjalan dengan lancar, maka aluminium akan mendingin dan mengeras dengan sempurna. Jika hal ini tidak terjadi, maka pendinginan tidak akan seimbang yang menyebabkan produk akan mengalami pelengkungan atau warping.

5. Pembukaan Cetakan dan Ejection

Selanjutnya, kami akan membawa Anda ke proses pembukaan cetakan yang selanjutnya akan mendorong produk keluar menggunakan ejector pin. Pada tahap ini, biasanya akan terlihat flash atau sisa aluminium tipis pada tepi produk, bekas pin ejector, dan bagian permukaan yang tidak terlihat rapi.

6. Trimming dan Finishing

Nah, produk yang tidak terlihat rapi tadi akan diproses lagi pada tahap ini. Dimana sisa-sisa aluminium akan dipotong, lalu flash juga akan dibersihkan. Meskipun bentuk dasarnya sudah final, tetapi belum siap pakai. Sebab, masih ada tahap selanjutnya yakni memisahkan produk kelas presisi tingkat tinggi dan kelas biasa.

7. Finishing Akhir

Sesudah proses trimming, maka produk pun akan masuk ke proses finishing akhir. Mulai dari machining yang berfungsi sebagai proses toleransi presisi, anodizing untuk mencegah produk dari korosi dan untuk menambah estetika. Ada juga proses sandblasting untuk meratakan permukaan, dan terakhir ada powder coating dan painting.

Potensi Cacat produk Die Casting Aluminium

Potensi cacat die casting, Sumber: casting-china.org
Potensi cacat die casting, Sumber: casting-china.org

Sesempurna apapun persiapan dalam pembuatan suatu produk manufaktur, tetap saja ada potensi kegagalan. Pada umumnya, die casting memiliki “penyakit”, seperti:

  • Adanya porositas atau lubang udara. Ini adalah cacat yang paling ditakuti tetapi paling umum terjadi. Penyebabnya beragam, mulai dari venting yang buruk, udara yang terjebak saat dilakukan injeksi, hingga tekanan yang tidak stabil.
  • Terjadinya cold shut yakni aluminium bertemu dengan logam yang sama tetapi tidak dapat menyatu dengan sempurna. Umumnya disebabkan karena aliran yang terlampau lambat atau suhu yang terlampau rendah.
  • Flash berlebihan yang dapat membuat cetakan aus, clamping force yang kurang, serta tekanan yang sangat tinggi.
  • Warping atau melengkung karena pendinginan yang tidak rata.

Perbandingan Die Casting dengan Metode Lain

Proses pengecoran aluminium, Sumber: youtube.com
Proses pengecoran aluminium, Sumber: youtube.com

Ada banyak proses pengecoran logam, jika dibandingkan dengan metode lain, maka die casting memiliki beberapa keunggulan.

Misalnya dengan sand casting yang fleksibel dan murah, die casting kelebihannya memiliki tingkat presisi yang sangat tinggi. Sehingga die casting cocok untuk produksi massal. Sedangkan sand casting bisa digunakan untuk prototipe saja karena kalah rapi dengan die casting.

Lain halnya dengan gravity casting yang lebih lambat prosesnya serta membutuhkan tekanan rendah. Sedangkan die casting unggul karena memiliki desain tipis dan konsistensi yang tinggi. Gravity cocok untuk produk tebal dan die casting cocok untuk produk tipis.

Itulah proses die casting aluminium yang bisa Anda ketahui. Jadi proses ini memang memiliki banyak keunggulan terutama untuk produksi massal. Nah, jika Anda merupakan pemilik bisnis aluminium dan sedang mencari tempat produksi yang tepat, maka pilih lah UD Cantenan.

Di sini, kami menyediakan jasa bubut, cor aluminium Jogja, dan pembuatan aksesoris. Cek profil perusahaan kami di web ini atau langsung konsultasikan dengan narahubung kami melalui ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini!

Leave a Reply